Di tengah kesibukan aktivitas akademik modern, STIT Buntet Pesantren Cirebon tetap teguh menjaga nilai-nilai spiritualitas pesantren. Melalui UPT Lembaga Tafsir Hadist dan Tahfidz (LKTH), kampus kembali menyelenggarakan Rutinan Sima’an Al-Qur’an Huffadz yang bertempat di Mushola STIT Buntet Pesantren, Jumat (24/04/2026).

Integrasi Tradisi dan Akademik
Kegiatan sima’an ini merupakan salah satu tradisi unggulan yang dijalankan secara konsisten. Program ini bertujuan untuk menjaga keberkahan kampus, memperkuat hafalan para mahasiswa huffadz, serta menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an di kalangan civitas akademika.

“Sima’an Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar kolektif untuk menjaga cahaya Al-Qur’an tetap hidup di lingkungan kampus,” ungkap perwakilan pengurus LKTH.

Jalannya Kegiatan
Acara berlangsung dengan sangat khidmat, diawali dengan doa bersama dan tausiyah singkat mengenai adab menyimak Al-Qur’an serta pentingnya menjaga kemurnian bacaan. Para huffadz membacakan ayat-ayat suci secara bergiliran, sementara peserta lain menyimak dengan penuh perhatian.

Bagi para mahasiswa huffadz, kegiatan ini berfungsi sebagai:

Media Evaluasi: Menguji kelancaran hafalan dan ketelitian tajwid.

Sarana Disiplin: Melatih konsistensi dalam menjaga amanah hafalan.

Penguatan Ukhuwah: Mempererat ikatan persaudaraan antar mahasiswa dan dosen pembina.

Mendukung Visi Institusi
Selain dimensi ibadah, sima’an ini juga menjadi wujud nyata visi STIT Buntet Pesantren dalam mengintegrasikan tradisi luhur pesantren dengan sistem pendidikan tinggi modern. Suasana religius yang tercipta diharapkan mampu mendukung ekosistem belajar yang positif dan barokah bagi seluruh mahasiswa.

Dengan berjalannya acara secara lancar, LKTH berharap kegiatan ini terus menjadi benteng spiritual bagi kampus dan memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat sekitar.